Untuk Pengalaman Hebat yang Tak Akan Terulang, Terima Kasih :)

“Terima Kasih Untuk Pengalaman Hebat yang Tak Akan Terulang“

Diawal rencana, K2NM dikampus atau diarea Kota Palangka Raya adalah yang terbaik. Aku bisa dengan tenang menyelesikan proposal kerja praktik ku, dan tidur nyaman dirumah seperti biasa.
******
Berawal dari pembekalan K2NM.. .
Aku sungguh tak bersemangat ketika teman sekelompok ku bukan orang yang ku kenal. Hingga diakhir pembekalan tepatnya pembagian lokasi, aku benar-benar ingin mengundurkan diri setelah mengetahui lokasi kami terletak disebuah desa. Pikiran ku sudah membayangkan tak akan mengenakannya melewatkan waktu 1 bulan, tinggal 1 atap dengan orang-orang yang tidak ku kenal. Mungkin saja mereka jahat ?
Ada yang tak senyum, ada yang cuek, ada yang tampang preman. Oh aku merasa terjebak dalam perangkap K2NM. Tapi kembali hati ku berkata “Don’t Judge People By The Cover”.

Hari keberangkatan tiba....
Depan LPKM sebelum berangkat ke Desa Bukit Liti
kami sampai didesa Petuk Liti. Halo, masih ingin melanjutkan K2NM ? Ya, hal pertama yang kurasakan setelah sampai dilokasi adalah ingin nangis. Mengapa ? Tak ada aliran listrik diposko kami, WC yang lumayan jauh dari posko, dan bangunan posko yang atapnya bocor dan ingin roboh. Tapi kembali ku ingat pesan orang tua yang selalu mengatakan untuk menjalankan segala sesuatu sampai selesai.
                Perlahan kami membenahi semuanya pelan-pelan, mulai dari membersihkan posko yang lama tak ditempati (bekas Posyandu Pembantu), kemudian memasang spanduk (hasil motong spanduk dijalanan malam-malam) sebagai karpet kami diposko, menata barang dan peralatan memasak, memasang spanduk kelompok kami didepan posko, serta merangkai listrik. Ahhh... perlahan aku mulai sedikit menikmatinya
       
Merangkai Listrik diPokso

Selesai beres-beres tempat tidur

Pasang Spanduk, btw yang diatas itu aku loh, hehe













Hari-hari berlalu, banyak hal yang telah dilewati dengan berbagai pengalaman. Mulai dari lebih mengenal satu sama lain, makan dan berdoa sama-sama, masak dan kerja sama-sama, cuci piring, becanda, gitar-gitar, nyanyi, dari ketawa nangis sampai adegan merajuknya para cewek dan banyak hal yang sepertinya membuat ku semakin menikmati dan mensyukuri keadaan. Dihadapkan dengan berbagai karakter dan problematika yang sama sekali tak pernah terduga. Ada hari dimana kami merasa terlalu sulit untuk dilewati. Lelah ? Iya. Bahkan ingin kabur sejenak. Ada juga hari yang bahkan kami tak tau harus melakukan apapun.


Proses bikin Bak Sampah
Makan seadanya, mie sama telur, btw yang masak cowok2 loh

Cebur-cebur

Semakin hari aku semakin sadar bahwa bahagia itu kita yang ciptakan dan harus diperjuangkan. Memberanikan diri keluar dari zona nyaman. Meratapi nasib sama sekali bukan solusi terbaik, sebab jika bergerak maka semua bisa berubah.

Hari berlalu hingga tak terasa genap sudah 30 hari...
bahagia ? iya, aku sangat bahagia bisa kembali ke kota Palangka Raya, bertemu dengan kekasih, melanjutkan coding program, melakukan aktivitas dan rutinitas ku seperti biasa, tanpa merasa asing dan kekurangan.
Sedih ? iya, jujur aku sangat sedih. 30 hari bersama pagi, siang, sore dan malam dalam 1 atap, mereka sudah ku anggap seperti saudara sendiri. Aku yang penakut, tak jarang selalu merengek untuk minta temanin ke WC. Tak jarang juga kami makan seadanya berlauk tahu dan tempe. Tapi kami bahagia, kami tetap makan dengan lahap apapun makanannya.
Malam Perpisahan :(


Makanan seadanya tapi terasa sangat enak (apalagi kalo lapar sekali) hehe

Habis Latian Upacara buat 17an

Kembali kekota Palangka Raya, aku merasa aku seperti aku yang dulu. Tapi ternyata aku salah, beberapa orang yang sangat mengenal ku semua mengatakan aku tak seperti dulu, aku menjadi lebih sabar dan manjanya berkurang, bahkan lebih bisa membuka diri untuk berteman. Hehehe...

Move On ?
Maaf, sampai sekarang aku belum bisa. Saat sepi, selalu ku tonton video dan foto konyol kita, tak jarang tetes air jatuh dari mata kemudian aku tersenyum sendiri. Terimakasih K2NM, terimakasih teman-teman, kalian luar biasa, senang bisa mengenal kalian.. Kalian semua baik...
“Terima Kasih Untuk Pengalaman Hebat yang Tak Akan Terulang“


                                                              Dari Teman Kalian yang selalu jadi petugas pembagi makanan,

                                                                                                       Paulina Wahyuni

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan disore itu....

Sajak dalam diam. Dan Kau tak akan pernah tau :)