Kau Tak kan pernah membaca catatan ini. Karena kau tak tahu aku ada di sini. Aku yg setiap hari melihat profilmu, tapi tak pernah berani meng-klik “tambah teman” di samping Foto Profil mu yg manis. Siluet bayangan di Sekolah dasar selalu terngiang setiap mengingat namamu. Pada wkt itu, kau adalah pelempar bola kasti yg keren, sementara aq pemukul bola yg payah. Ingatkah kau saat kau melempar bola dan mengenai betisku ? Sakit, tp rasa sakit itu kalah besarnya dgn rasa senangku saat kau memapahku. Sejak saat itu kau pasti langsung menunjukku jd anggota regumu di setiap pertandingan kasti. Mungkin kau takut kalau harus melempar bola ke arahku lagi. Di SMP, saat dimana ada gadis yg populer dan yg tidak populer. Aku adalah gadis yg kedua, tidak terlalu diperhatikan, sementara kau dekat dgn gadis-gadis yg pertama. Kupikir aku sudah kehilanganmu, dan kau takkan pernah kusentuh. Tapi ternyata, aku masih memilikimu, di jalanan menuju rumah saat pulang sekolah, di perpustakaan umu...