Hujan disore itu....
Sore ini hujan...
Teringat masa kecil bersama sahabat-sahabat kecil dulu, dimana hujan adalah alaram untuk bersuka cita dan bergembira. Benar, tawa lepas sore itu dimana tak mungkin waktu itu aku mem-foto kejadian ketikan hujan-hujanan waktu itu, mengingat dulu aku lebih sering menghabiskan waktu didunia nyata dari pada dunia maya, atau mungkin waktu itu belum ada dunia maya...... ?
Entahlah, waktu itu aku tak perduli dunia maya, yang aku tau dulu masa kecil dimana tanpa kemunafikan. Ya, sebut saja kami adalah pasukan pantang pulang kerumah sebelum adzan magrib. Entah tradisi atau semacam kebiasaan, adzan adalah bel kembali pulang kerumah dengan hati was-was takut dimarahi oleh ibu dan bapak. Hmmm...... aku rindu masa kecil dulu kawan, masa-masa yang telah lama aku tinggalkan, masa kecil yang penuh kenangan menyenangkan, karena yang menyakitkan tak pernah mau ku kenang, atau memang sebenarnya tak pernah ada yang menyakitkan :)
Bertempat tinggal disebuak kabupaten kecil, membuat ku banyak sekali teman sepermainan waktu itu. Tentunya teman tanpa rekayasa, tidak seperti jaman sekarang, kebanyakan teman sudah seperti sinetron penuh rekayasa.
Pukul 12.00 WIB lonceng pulang sekolah berbunyi, berarti makan dulu baru main, kata ibu waktu itu. "Iyaaaaa Ibuuuuuuu” jawabku, sambil mengambil nasi ke piring, makan dengan cepat, lalu tanpa lupa bawa mie goreng (dimakan mentah) hahaha....
Tanpa sebuah komunikasi lewat handphone apalagi dunia maya, kami berkumpul dengan lengkap. ANEH..tapi ini pernah kami alami, tanpa handphone kami tetap manusia yang paling bahagia. Tempat bermain tidak menetap, dan kami punya banyak lahan untuk bermain. Hampir setiap hari aku bermain dengan teman-teman ku, mereka ada banyak sekali, kadang mereka membuatku tertawa, kadang menangis, tapi semuanya bagiku indah, semua yang aku lakukan bersama teman-teman kampung halaman ku tak ada sedikit pun rasa dendam waktu itu.
-main kelereng-petak umpet-kasti-layangan-main boneka barbie
-bersepeda sambil boncengan sama temen
dengan bumbu pisang dan daun-daun tanaman., berlagak seperti Chef, padahal malah seperti tukang pecel lele, kami mengosrang-ngosreng masakan, diatas wajan tanah liat.
Aku malah kasian sama anak kecil jaman sekarang yang masih kecil, tapi udah di kasih gadget, tidak ada kerennya sama sekali. Mereka berhak berkeringat, mereka berhak berteman dengan alam, mereka berhak tertawa bersama di tanah lapang bersama burung-burung yang berterbangan.
Semua permainan anak anak sekarang udah tersedia di gadget, zaman sudah berubah, kasian anak kecil sekarang yang banyak makan lagu cinta. Ada anak kecil di TV yang sangat histeris sampai nangis karena ingin ketemu Coboy Junior..?
-main ajak-ajakan
-main dakon
-main masak-masakan *hebooooohhh...*
Aneh, hal yang tidak pernah aku alami waktu kecil dulu dan tidak akan pernah mau. Yang aku tahu masa kecil dulu di obok-obok, bukan di eaaa-eaaaa, hahahaha...
Bersyukur aku masih mempunyai mesa kecil disebuah kabupaten kecil yang penuh suka maupun duka. hal itu akan membuat kampung halaman ku selalu terkenan dihati :)
Sore ini hari hujan, dan lagi-lagi aku teringan kampung halaman ku disana. Aku rinduuuu... :')
Teringat masa kecil bersama sahabat-sahabat kecil dulu, dimana hujan adalah alaram untuk bersuka cita dan bergembira. Benar, tawa lepas sore itu dimana tak mungkin waktu itu aku mem-foto kejadian ketikan hujan-hujanan waktu itu, mengingat dulu aku lebih sering menghabiskan waktu didunia nyata dari pada dunia maya, atau mungkin waktu itu belum ada dunia maya...... ?
Entahlah, waktu itu aku tak perduli dunia maya, yang aku tau dulu masa kecil dimana tanpa kemunafikan. Ya, sebut saja kami adalah pasukan pantang pulang kerumah sebelum adzan magrib. Entah tradisi atau semacam kebiasaan, adzan adalah bel kembali pulang kerumah dengan hati was-was takut dimarahi oleh ibu dan bapak. Hmmm...... aku rindu masa kecil dulu kawan, masa-masa yang telah lama aku tinggalkan, masa kecil yang penuh kenangan menyenangkan, karena yang menyakitkan tak pernah mau ku kenang, atau memang sebenarnya tak pernah ada yang menyakitkan :)
Bertempat tinggal disebuak kabupaten kecil, membuat ku banyak sekali teman sepermainan waktu itu. Tentunya teman tanpa rekayasa, tidak seperti jaman sekarang, kebanyakan teman sudah seperti sinetron penuh rekayasa.
Pukul 12.00 WIB lonceng pulang sekolah berbunyi, berarti makan dulu baru main, kata ibu waktu itu. "Iyaaaaa Ibuuuuuuu” jawabku, sambil mengambil nasi ke piring, makan dengan cepat, lalu tanpa lupa bawa mie goreng (dimakan mentah) hahaha....
Tanpa sebuah komunikasi lewat handphone apalagi dunia maya, kami berkumpul dengan lengkap. ANEH..tapi ini pernah kami alami, tanpa handphone kami tetap manusia yang paling bahagia. Tempat bermain tidak menetap, dan kami punya banyak lahan untuk bermain. Hampir setiap hari aku bermain dengan teman-teman ku, mereka ada banyak sekali, kadang mereka membuatku tertawa, kadang menangis, tapi semuanya bagiku indah, semua yang aku lakukan bersama teman-teman kampung halaman ku tak ada sedikit pun rasa dendam waktu itu.
-main kelereng-petak umpet-kasti-layangan-main boneka barbie
-bersepeda sambil boncengan sama temen
dengan bumbu pisang dan daun-daun tanaman., berlagak seperti Chef, padahal malah seperti tukang pecel lele, kami mengosrang-ngosreng masakan, diatas wajan tanah liat.
Aku malah kasian sama anak kecil jaman sekarang yang masih kecil, tapi udah di kasih gadget, tidak ada kerennya sama sekali. Mereka berhak berkeringat, mereka berhak berteman dengan alam, mereka berhak tertawa bersama di tanah lapang bersama burung-burung yang berterbangan.
Semua permainan anak anak sekarang udah tersedia di gadget, zaman sudah berubah, kasian anak kecil sekarang yang banyak makan lagu cinta. Ada anak kecil di TV yang sangat histeris sampai nangis karena ingin ketemu Coboy Junior..?
-main ajak-ajakan
-main dakon
-main masak-masakan *hebooooohhh...*
Aneh, hal yang tidak pernah aku alami waktu kecil dulu dan tidak akan pernah mau. Yang aku tahu masa kecil dulu di obok-obok, bukan di eaaa-eaaaa, hahahaha...
Bersyukur aku masih mempunyai mesa kecil disebuah kabupaten kecil yang penuh suka maupun duka. hal itu akan membuat kampung halaman ku selalu terkenan dihati :)
Sore ini hari hujan, dan lagi-lagi aku teringan kampung halaman ku disana. Aku rinduuuu... :')



Komentar
Posting Komentar